Ringkasan: Memilih mitra pengiriman tidak boleh berhenti pada adu harga. Anda perlu mengecek legalitas, kualifikasi tim, kejelasan biaya, dan rekam jejak kepatuhan perusahaannya.
Dua istilah freight forwarding dan freight forwarder sering disamakan, padahal berbeda. Freight forwarding adalah jasa atau kegiatannya, seperti pengurusan angkutan, penyimpanan, penanganan, dan distribusi barang, termasuk urusan kepabeanan. Sementara, Freight forwarder adalah pelakunya. Jadi yang Anda cari adalah perusahaannya, bukan sekadar nama layanannya.
Artikel ini memandu cara memilih freight forwarder yang benar langkah demi langkah, berdasar aturan resmi kepabeanan dan standar industri global.
Cara Memilih Freight Forwarder yang Benar
Lima pemeriksaan berikut bisa Anda lakukan sendiri sebelum menandatangani kerja sama apa pun.
1. Pastikan legalitas dan izin usahanya jelas
Di Indonesia, forwarder yang mengurus ekspor-impor wajib terdaftar sebagai PPJK (Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan). Menurut Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, pendaftarannya dilakukan lewat Portal Pengguna Jasa CEISA 4.0.
Bea Cukai juga mencatat bahwa NIB (Nomor Induk Berusaha) berlaku sekaligus sebagai akses kepabeanan bagi importir dan eksportir. Artinya, status legal sebuah perusahaan bisa Anda cek sendiri, bukan sekadar Anda percaya.
Sisi izin usaha pengurusan transportasinya diatur Permenhub PM 59 Tahun 2021, aturan aktif yang mencabut PM 49 Tahun 2017. Kalau ada forwarder yang cuma menunjuk izin versi lama, tanyakan status pengurusannya.
2. Cek kualifikasi tim di belakang perusahaannya
Forwarder yang baik diisi orang-orang yang paham bidangnya. Daftar persyaratan izin usaha dari pelayanan terpadu Jakarta mensyaratkan tenaga ahli WNI minimal D3 bidang pelayaran, maritim, penerbangan, atau transportasi.
Alternatifnya, sertifikat profesi seperti FIATA Diploma atau IATA Diploma. FIATA dan IATA adalah asosiasi global bidang forwarder dan angkutan udara, dan diploma mereka berarti pemegangnya benar-benar dididik di bidang ini.
3. Minta rincian biaya dan pahami Incoterms-nya
Tanyakan sejak awal, siapa menanggung apa dalam pengiriman ini. Kuncinya ada pada Incoterms (International Commercial Terms), yang artinya aturan standar internasional pembagi biaya, risiko, dan kewajiban antara penjual dan pembeli.
Bea Cukai menghitung bea masuk dari nilai pabean berbasis CIF (Cost, Insurance, dan Freight), yang artinya harga barang ditambah asuransi ditambah biaya angkut.
4. Lihat rekam jejak kepatuhannya
Indikator paling konkret adalah status AEO (Authorized Economic Operator), yang artinya operator ekonomi bersertifikat, dengan kata lain pengakuan dari Bea Cukai untuk perusahaan yang dianggap patuh dan aman dalam rantai pasok.
Forwarder bersertifikat AEO umumnya dipandang lebih rendah risikonya oleh sistem kepabeanan.
5. Uji kemampuan pelacakan dan komunikasinya
Bank Dunia mengukur kinerja logistik tiap negara lewat LPI (Logistics Performance Index), yang artinya indeks kinerja logistik. Salah satu dari enam dimensinya adalah kemampuan melacak kiriman.
Karena itu, tes dulu sebelum bekerja sama. Minta nomor pengiriman contoh, lalu cek apakah posisi dan status barang bisa Anda pantau sendiri, bukan hanya menunggu laporan lisan.
Baca Juga: Ironbird Logistics Resmi Tersertifikasi Halal oleh Majelis Ulama Indonesia
Kesalahan yang Harus Dihindari saat Memilih Freight Forwarder
Selain lima langkah di atas, kenali juga kekeliruan yang paling sering terjadi.
a. Terjebak harga termurah: Penawaran murah tanpa rincian biaya mudah berubah jadi tagihan kejutan, apalagi karena biaya angkut dan asuransi ikut menentukan nilai pabean Anda.
b. Tidak mengecek legalitas sama sekali: Forwarder tanpa registrasi kepabeanan yang jelas berisiko membuat dokumen kiriman Anda tertahan lebih lama.
c. Membiarkan Incoterms tidak disepakati: Kalau batas tanggung jawab penjual, pembeli, dan forwarder tidak ditulis, sengketa saat barang rusak atau tertahan jadi beban Anda.
d. Menganggap forwarder cuma pembuat dokumen: Forwarder yang benar juga penasihat soal kepabeanan dan risiko pengiriman.
e. Tidak pernah menguji sistem pelacakan: Layanan tanpa jejak digital membuat Anda buta saat ada masalah di tengah jalan.
Lakukan Pengiriman Tenang dengan Forwarder yang Jelas Rekam Jejaknya
Barang tertahan di pelabuhan, biaya membengkak di akhir, kabar pengiriman tidak jelas, adalah tiga mimpi buruk yang sebenarnya bisa dicegah sejak Anda menyeleksi mitra.
Kalau Anda ingin partner pengiriman internasional yang layanannya terukur dan bisa dilacak, cek cakupan layanan laut, udara, dan daratnya di International Freight Ironbird Logistics.
Hubungi tim kami di 021-4406444 atau marketing@ironbirdlogistics.com dan diskusikan kebutuhan pengiriman internasional yang Anda butuhkan bersama kami!