Ringkasan: FCL (Full Container Load) adalah pengiriman barang menggunakan satu kontainer penuh. Sementara, LCL (Less than Container Load) adalah pengiriman barang dalam jumlah yang tidak memenuhi satu kontainer sehingga muatan digabung dengan pengirim lain.
Kalau Anda mau mengirim barang ke luar negeri lewat laut, dua istilah FCL maupun LCL ini pasti akan muncul. Jika salah pilih skema, ongkos membengkak atau barang datang terlambat.
Agar Anda tidak terjebak dalam masalah akibat ketidaktahuan, artikel berikut akan membantu dan menambah wawasan Anda, dimulai dari pengertian, perbedaan, cara hitung biaya, sampai tips memilih skema yang pas.
Apa itu FCL?
FCL (Full Container Load) adalah muatan kontainer penuh dari satu pengirim menempati seluruh kontainer.
Dalam skema FCL, satu kontainer tetap dikategorikan sebagai pengiriman penuh meskipun kapasitasnya belum terisi 100%. Biaya dihitung berdasarkan satu kontainer secara keseluruhan, sementara muatan tetap tersegel sejak lokasi asal hingga tiba di tujuan.
Apa Itu LCL?
LCL (Less than Container Load) adalah muatan kurang dari satu kontainer yang berbagi ruang di satu kontainer yang sama.
Anda hanya membayar ruang yang dipakai, diukur dalam CBM. Skema ini cocok untuk kiriman kecil atau tidak rutin, misalnya di bawah 15 CBM atau sekitar 2 sampai 3 palet.
Karena barangnya digabung, penyedia jasa logistik menjalankan konsolidasi (menggabungkan kiriman sampai satu kontainer terisi) dan dekonsolidasi (memisahnya kembali di pelabuhan tujuan).
Perbedaan antara FCL dan LCL
Perbedaannya tidak berhenti di soal siapa yang mengisi kontainer. Dasar biaya, kecepatan, risiko penanganan, sampai dokumennya ikut berbeda, seperti dirangkum dalam tabel di bawah ini:
| Aspek | LCL | FCL |
| Penggunaan kontainer | Dipakai bersama pengirim lain. | Eksklusif satu pengirim. |
| Dasar biaya | Per volume (CBM). | Tarif tetap per kontainer. |
| Waktu tempuh | Lebih lambat, ada proses konsolidasi. | Lebih cepat, rute langsung. |
| Risiko barang | Lebih banyak penanganan. | Tersegel dari asal ke tujuan. |
| Dokumen | Beberapa bill of lading. | Satu bill of lading. |
Manfaat FCL dan LCL dalam Logistik
LCL membuat pengusaha yang barangnya tidak cukup mengisi satu kontainer tetap bisa dikirim ke luar negeri.
Kiriman kecil yang rutin membuat stok gudang tidak menumpuk, jadi biaya penyimpanan ikut turun. Bagi usaha kecil dan menengah, LCL jadi pintu masuk yang terjangkau sambil menaikkan volume pelan-pelan.
Sebaliknya, FCL unggul untuk barang bernilai tinggi, barang sensitif, dan kiriman yang mengejar waktu. Saat volumenya sudah besar, biaya per satuannya lebih hemat karena tarifnya dihitung per kontainer, bukan per CBM.
Baca Juga: Bulk Container Adalah: Pengertian, Jenis, dan Keunggulannya
Cara Menghitung Biaya FCL dan LCL
Biaya LCL memakai dasar W/M (weight or measure, yang artinya berat atau volume, dipilih yang lebih besar). untuk LCL ukuran 1 CBM setara dengan 1.000 kg.
Barang yang ringan tapi makan tempat dihitung volumenya, barang berat dan padat dihitung timbangannya. Volume dihitung dari ukuran luar kemasan, dengan rumus panjang kali lebar kali tinggi dalam meter, dikali jumlah karton.
Untuk FCL, dasar hitungannya adalah tarif per kontainer, ditambah biaya tambahan di luar tarif dasar laut. Sebagai acuan umum di industri logistik, estimasi kapasitas volume kontainer standar adalah sekitar 33 CBM untuk kontainer 20 kaki, 67 CBM untuk 40 kaki, dan 76 CBM untuk 40 kaki high cube (versi 40 kaki yang lebih tinggi).
Di Indonesia, FCL dan LCL juga masuk ke dalam istilah resmi kepabeanan. Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai PER-18/BC/2012 menyebut status peti kemas terdiri atas FCL, LCL, atau gabungan keduanya.
Kapan Harus Memilih FCL atau LCL?
Patokan umumnya bisa Anda ambil di bawah 15 CBM, LCL biasanya lebih hemat karena Anda hanya membayar ruang yang terpakai. Di atas itu, FCL cenderung lebih murah per satuan meski kontainer tidak terisi penuh.
Bahkan FCL tetap lebih hemat walau barang tidak memenuhi kontainer. Jadi, keputusannya bukan sekadar penuh atau tidak penuh.
Pilih FCL kalau volume besar, barangnya mudah rusak atau bernilai tinggi, dan waktunya dikejar. Pilih LCL kalau kirimannya kecil, tidak rutin, atau harus dipecah ke beberapa tujuan.
Tips Memilih FCL atau LCL untuk Pengiriman Internasional
Agar pengiriman internasional Anda berjalan lancar dan efisien, pertimbangkan beberapa tips penting berikut:
a. Hitung total biaya pengiriman secara menyeluruh (landed cost), termasuk biaya konsolidasi dan dekonsolidasi LCL yang sering kali terlewatkan.
b. Gunakan kemasan yang kuat dan aman untuk kargo LCL guna meminimalkan risiko kerusakan akibat penanganan yang berulang.
c. Pilih skema FCL jika mengirim barang pecah belah, berharga tinggi, atau butuh ketepatan waktu pengiriman.
d. Pertimbangkan opsi kontainer High Cube untuk memuat muatan dengan dimensi yang lebih tinggi.
Dapatkan Solusi Pengiriman Tepat Bersama Ironbird Logistics
Ongkos angkut yang salah taksir bisa menggerus margin, dan barang yang telat atau rusak menambah biaya. Hitungan FCL lawan LCL tidak bisa ditebak-tebak di setiap pengiriman.
Konsultasikan volume barang, rute, dan target waktu Anda ke tim Ironbird Logistics untuk mendapat hitungan skema yang paling pas. Hubungi tim kami di 021-4406444 atau marketing@ironbirdlogistics.com dan diskusikan kebutuhan pengiriman laut dan pengiriman internasional, yang Anda butuhkan bersama kami!